7 September 2015

Bermain Dengan Penjepit Baju

Ada bermacam permainan yang bisa memicu kreativitas anak usia dini. Tidak perlu memakai bahan yang mahal untuk melakukannya. Seperti kali ini, saya mengajak Ayah Bunda atau pendidik PAUD untuk ikut mencobanya bersama anak-anak kita tercinta.
Kita namakan kegiatan ini dengan Proyek Penjepit Praktis. Oke, kan..

Yang kita perlukan hanya penjepit kayu/ penjepit jemuran, bahan-bahan bekas pakai seperti karton, kapas, pewarna.

1. Kegiatan pertama, Mengambil dan Memilah Pom Pom sesuai warna
Anak-anak menggunakan penjepit untuk mengambil dan mengurutkan pom pom menurut warna. Aktivitas ini baik untuk melatih motorik halus. Anda bisa mengganti pom pom dengan permen warna warni. 


2. Kegiatan kedua, Melukis dengan Kapas dan Penjepit
Kegiatan melukis ini juga baik untuk melatih motorik halus pada anak. Anak-anak pasti tertarik dan antusias melakukan kegiatan ini. Coba saja siapkan kapas yang sudah dijepit menggunakan penjepit dan cat warna warni. Bebaskan anak untuk berkreasi membuat lukisan menggunakan kapas dan warna itu.


3. Kegiatan ketiga, Mengelompokkan Huruf Menjadi Nama dan Menempelkannya di Box
Tulislah nama anak-anak di kertas dan tempelkan pada sebuah kotak. Gambarlah huruf di penjepit. Minta anak untuk membuat nama mereka dengan menyusun penjepit dan menempelkannya di box.  
 

 4. Kegiatan keempat, Menuliskan Aktivitas  Hari Libur di Penjepit
Mintalah anak-anak untuk menuliskan atau memilih kegiatan yang biasa dilakukan pada saat mereka libur.  Bisa dipastikan anak-anak tidak akan bosan melakukannya.


5. Kegiatan kelima, Menjepit Nama dengan Penjepit
Pada kegiatan ini, anak-anak hanya diminta menjepitkan penjepit yang sudah bertuliskan huruf-huruf yang akan membentuk nama mereka.





Anak-anak yang kreatif akan lahir dari orangtua yang kreatif pula. Berikan stimulasi yang baik dan tepat untuk anak-anak kita tercinta, karena masa emas mereka tak akan pernah terulang lagi.

Selamat mencoba, yaa...

Let's make our children's lives more colorful and happier

sumber : Teaching pre school
 

Mengajari Anak Berpuasa

Tak terasa, besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan, ya. Semua antusias dan bersemangat menyambut bulan penuh Rahmat ini. Tak terkecuali anak-anak saya, kakak Fina dan mas Aufa. Bahkan mereka sudah tidak sabar untuk segera berpuasa. 
Saya bersyukur tidak mengalami kesulitan untuk mengajari anak-anak berpuasa. Padahal, di lingkungan tempat saya tinggal banyak orang dewasa yang tidak berpuasa padahal mereka tidak sakit dan tidak sedang berhalangan. Banyak yang dengan santainya makan, minum dan merokok di siang hari. Tak hanya itu, masih banyak anak-anak seusia anak saya yang belum berpuasa.

Kak Fina & Mas Aufa
Saya jadi ingat, ketika pertama kali mengajari anak-anak berpuasa. Si kakak mulai belajar puasa ketika masih duduk di bangku TK, tepatnya ketika umurnya 5 tahun. Pada saat sahur, saya bangunkan untuk ikut sahur dan saya ajarkan untuk berniat puasa. Bukan tanpa kendala, karena jam 9 atau 10, si kakak sudah mengeluh lapar dan pengen makan. Saya bujuk agar sabar menunggu sampai adzan dhuhur tiba. Untuk mengalihkan perhatiannya pada perutnya yang lapar, saya sibukkan dia dengan bermain. Bukan bermain yang mengeluarkan banyak energi. Misalnya menggunting, mewarnai gambar, bermain boneka. Tahu-tahu sudah adzan dhuhur, si kakak boleh makan dan minum. Setelah sholat dhuhur, puasa harus dilanjutkan lagi.

Mas Aufa lagi sibuk menggambar
Meski kadang tergoda teman-temannya yang tidak puasa, tapi si kakak berhasil menuntaskan puasanya hingga sebulan penuh. Tak ada reward buat anak-anak saya ketika bisa berpuasa sebulan penuh (saya tidak membiasakannya). Saya hanya bilang, bahwa kakak dan mas akan mendapat hadiah surga dari Allah karena sudah berpuasa. Dan sampai saat ini, anak-anak juga tak pernah menuntut untuk diberikan hadiah karena berpuasa. Agar anak-anak mudah dan mau belajar puasa, biasanya akan saya ceritakan kenapa kita harus berpuasa, apa hadiah (pahala) yang akan didapat orang-orang yang berpuasa, apa yang akan didapat orang-orang yang tidak mau berpuasa, dan sebagainya.
Tidak jauh berbeda dengan si kakak, mas Aufa juga belajar puasa ketika duduk di bangku TK. Tidak terlalu sulit mengajaknya berpuasa. Sering tergoda untuk membatalkan puasa, wajar karena banyak teman-teman si mas yang tidak berpuasa. Tapi saya bujuk lagi, bujuk lagi....akhirnya berhasil. Si mas bisa juga menahan diri sampai waktu buka puasa tiba. Sudah dua tahun ini, mas Aufa sudah kuat berpuasa penuh dari subuh hingga maghrib. Alhamdulillah.
Mengajari anak berpuasa sejak dini, bukan tanpa kendala. Ada saja, yang bilang kalau saya tega membiarkan anak saya kelaparan (kalo ini sih, ngomongnya asal banget). Ada juga yang bilang, masih kecil kok disuruh puasa, nanti aja kalau sudah besar. Ealah bu, kalau sudah besar malah susah diajak puasa. Omongan-omongan orang macam ini, tak terlalu saya gubris. Toh, saya mengajari dan mengajak anak menuju kebaikan, ya kan.

Cara mengajari anak yang terbaik memang dengan memberi contoh. Bagaimana anak akan mau puasa kalau kita tidak puasa? Bagaimana anak akan mau tadarus kalau kita tidak pernah tadarus?
Selain itu, anak-anak juga perlu dibuatkan semacam jurnal (catatan) kegiatan atau aktivitas apa saja yang harus dilakukan ketika Ramadhan. Bisa dimulai dari sholat subuh di masjid, ngaji, dan sebagainya. Jurnal itu bisa dijadikan sebagai buku prestasi dan bisa di evaluasi dari tahun ke tahun.
Biasanya untuk menambah semangat anak-anak berpuasa, saya selalu mengajak anak untuk menentukan menu berbuka. Sebisa mungkin, saya berusaha memenuhinya. Anak-anak juga tak pernah meminta menu yang berlebihan. Biasanya sih, lauk, gorengan atau cemilan dan es yang harus ada untuk berbuka.

Sayur favorit

Bubur candil
Menu-menu favorit anak-anak itu yang biasanya harus ada ketika berbuka. Menu sederhana yang bisa membangkitkan semangat mereka untuk istiqomah berpuasa Ramadhan. Tak lupa, mengajak mereka untuk melakukan ibadah lain seperti tarawih dan tadarus. 
Selamat menjalankan ibadah puasa, ya. Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Let's make our children's lives more colorful and happier.

5 September 2015

Nasi Goreng Lucu

Bunda..., kadang kita suka bingung ya kalau mau menyiapkann sarapan untuk anak-anak. Sudah dibuatkan makanan...eh ternyata mereka nggak suka. Akhirnya, makananpun pasti bersisa. Sayang banget, kan. Mungkin itu disebabkan  tampilan atau cara penyajian makanan yang biasa-biasa saja.
Coba deh, Bunda luangkan waktu untuk sedikit berkreasi dengan makanan. Siapa tahu, anak-anak tertarik dan suka. Kalau tampilan makanan menarik, pasti anak-anak berselera deh menyantapnya. 
Misalnya ketika kita membuat nasi goreng, cobalah untuk berkreasi seperti gambar dibawah ini. Membuatnya cukup mudah. Kita hanya perlu membuat nasi gorengnya dan menggoreng telur dadar.  Tambahkan beberapa slice keju untuk pelengkapnya.

nasi-goreng-lucu
Nasi goreng lucu
Masih bingung cara membuatnya? Oke, siapkan alat tulis ya!
Bahan :
  • Nasi putih, kira-kira 2 centong nasi
  • 2 butir telur, kocok dengan sedikit garam atau kaldu bubuk (optional). Dadar telur.
  • 1 slice keju
  • 1 siung bawang putih, iris halus
  • 2 siung bawang merah, iris tipis
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm kecap manis
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt kaldu bubuk
  • 2 sdm margarin untuk  menumis
Cara membuatnya :
  1. Panaskan wajan, masukkan margarin hingga meleleh.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. 
  3. Masukkan nasi, garam, kaldu bubuk, aduk rata. 
  4. Tambahkan saus tomat dan kecap, aduk hingga tercampur dan matang.
  5. Siapkan piring. Bulatkan nasi goreng menjadi bentuk kepala panda. Hiasi hingga menjadi bentuk kepala panda yang lucu. Letakkan dadar telur diatasnya hingga menjadi bentuk seperti panda yang sedang tidur. 
Mudah kan membuatnya? Bunda harus selalu inovatif membuatkan makanan untuk anak-anak. Jadi, tak ada lagi anak-anak yang malas makan. Selamat mencoba!!

Let's make our children's lives more colorful and happier.

4 September 2015

Cara Mengatasi Anak Rewel

cara-mengatasi-anak-rewel

Mengurus anak bagi orangtua adalah suatu kewajiban dan menjadi hak anak untuk diperhatikan oleh kedua orangtuanya. Dalam mengurus anak kadang kita sering merasa kewalahan. Terutama ketika anak kita rewel tanpa tahu apa penyebabnya. Nah, bingung kan jadinya? Ini salah...itu salah. Begini salah...begitu salah. Belum lagi ditambah komentar orang lain yang sok tahu dan kemudian menjudge kita tak becus mengurus anak. Arrggh....pengen teriak rasanya, ya. Hehe...

Padahal kita sebagai orangtua pasti juga bingung dan bertanya-tanya. Ada apa dengan anakku ya?
Wajar saja. Sebagai orangtua, kita pasti tak menginginkan sesuatu yang buruk menimpa anak-anak kita. Tapi, jangan cuma bingung saja tanpa mencari tahu apa penyebab rewelnya anak kita. Cari tahu, dong.
Ada beberapa penyebab rewel yang biasa terjadi pada anak-anak. Simak, ya.

1]  Kondisi fisik anak yang tak nyaman
Ini biasa terjadi ketika anak mengantuk, kepanasan, kedinginan, kelaparan dan kehausan.
Cara mengatasinya :
Cari tahu penyebab rewelnya. Coba di cek lagi jadwal tidur anak, suhu udara dan kondisi fisik anak. Biasanya kalau rewelnya disebabkan masalah fisik, anak akan kembali ceria ketika dirinya sudah kembali nyaman.

2]  Rewel ketika berada di tempat baru (asing)
Meski dinilai wajar, perilaku anak ini sering membuat kesal kita sebagai orangtua. Hayo, ngaku..! Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan situasi dan kondisi baru. Tak jarang, kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam dan menakutkan. Apalagi kalau anak belum mengenal kondisi tempat baru dan fasilitas tersebut sebelumnya.
Misalnya, ketika kita pertama kali mengajak anak-anak ke tempat praktek dokter. Tentu anak akan bingung dengan ruangan yang serba putih dengan berbagai peralatan seperti stetoskop, mesin USG, jarum suntik dan sebagainya.
Cara mengatasinya :
Sebelum mengajak anak bepergian sebaiknya orangtua perlu membekali anak dengan informasi mengenai tempat apa yang akan dikunjungi. Ceritakan apa saja yang mereka temui dan benda-benda yang akan mereka lihat di tempat tersebut. Sering-seringlah mengajak anak bepergian ke tempat baru dan ajaklah anak untuk bersosialisasi. Semakin banyak tempat-tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pula pengalaman yang akan didapat anak.

3]  Mencari perhatian orangtua atau orang dewasa di sekelilingnya
Terkadang, anak-anak bersikap rewel untuk menarik perhatian kita. Hal ini sering terjadi karena umumnya orangtua akan memperhatikan anak-anaknya ketika mereka sedang rewel saja. Sementara ketika anak-anak sedang bersikap manis, para orangtua kurang memberikan perhatian. Akibatnya anak terlanjur belajar bahwa keinginannya akan dipenuhi dengan cara merengek-rengek sambil menangis bahkan tantrum.
Cara mengatasinya :
=> Jangan berikan perhatian berlebihan ketika anak sedang rewel. Bila perlu jangan penuhi permintaannya hingga ia menyadari bahwa cara yang dilakukannya tidak benar. Tindakan ini dapat sekaligus mengajari anak agar dapat mengendalikan diri.
=>  Ajak anak berkomunikasi. Sampaikan padanya bahwa cara yang dilakukannya itu salah. Misalnya : "Kalau adek bicara sambil menangis, Bunda tidak tahu apa yang adek inginkan. Coba tenang dulu, bicara yang jelas supaya Bunda tahu apa yang adek mau."
=>  Biasakan untuk memberi perhatian kepada anak setiap saat, terutama ketika anak sedang bersikap manis. Bentuk perhatian pada anak tidak melulu dengan memberikan materi atau barang. Cukup katakan "Ayah Bunda bangga lho karena adek tidak susah diajak mandi."

Bagaimana menurut Ayah Bunda? Apakah cara ini cukup efektif? Kenali karakter dan sifat anak-anak kita. Berikan perhatian dan support pada mereka. Niscaya anak-anak kita akan tumbuh dengan bahagia.


Let's make our children's lives more colorful and happier.

Anak Susah Makan? Begini Cara Mengatasinya

anak-susah-makan-begini-cara-mengatasinya

Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan dan dihadapi orangtua adalah ketika anak kita susah makan (sulit makan). Ayah Bunda tentu khawatir, dong. Rasa khawatir para orangtua akan kecukupan gizi anak-anak  membuat para orangtua melakukan berbagai cara agar buah hatinya mau makan. Kekhawatiran para orangtua cukup beralasan mengingat pada masa ini anak-anak sedang membutuhkan banyak nutrisi dan gizi untuk tumbuh kembangnya. Kadang berbagai cara yang dilakukan tidak berhasil, sehingga tak jarang banyak orangtua yang stress menghadapi buah hatinya, belum lagi menghadapi anak-anak yang suka pilih-pilih makanan (picky eater)

anak-susah-makan-begini-cara-mengatasinya
Sebenarnya anak-anak dibiasakan untuk makan sejak usia 6 bulan atau sering disebut MPASI (makanan pendamping asi). MPASI bisa diberikan berupa bubur susu, sari buah lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat, misalnya nasi tim dan sebagainya. Proses ini tak selalu berjalan mulus, karena biasanya ketika  memasuki usia pertama anak mulai sering menolak makanan atau hanya mau makan makanan yang itu-itu saja. Nah...pasti ini yang sering membuat para orangtua terutama Bunda bingung.
Penyebab anak susah makan ada dua faktor, yaitu faktor fisik dan psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan pada organ pencernaan atau terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan dari faktor psikis meliputi gangguan psikologis anak misalnya suasana makan yang kurang menyenangkan, jarang makan bersama orangtua, anak dipaksa makan makanan yang tidak di sukainya atau suasana rumah yang kurang kondusif bagi anak. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Ayah Bunda perlu mencoba beberapa tips berikut ini :
  • Berikan makanan dalam porsi kecil atau sedikit demi sedikit mengingat lambung anak belum mampu menampung terlalu banyak makanan. 
  • Variasikan makanan dengan membuat pilihan menu makanan. Biarkan anak memilih makanan yang disukai.
  • Berikan makanan dengan sajian atau tampilan menarik. Misalnya cetaklah makanan menjadi bentuk binatang kesayangan, mobil-mobilan, tokoh kartun, boneka atau bunga. Pasti anak-anak akan tertarik.
  • Jadikan waktu makan menjadi saat yang menyenangkan. Hindari mengancam dan menakut-nakuti anak agar ia makan banyak. Justru hal ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan adalah saat yang tidak menyenangkan. Bukan tidak mungin hal itu akan menimbulkan trauma psikologis baginya.
  • Berikan makanan secara teratur. Jadwalkan waktu makan agar anak terbiasa dengan waktu makannya.
  • Berikan cemilan sehat sebagai makanan selingan. Ketika anak mulai aktif bergerak, ia akan membutuhkan banyak energi. Untuk menyiasatinya, berikan cemilan yang sehat dalam porsi kecil namun bervariasi. Misalnya kroket dengan isi wortel dan daging cincang, donat keju, sus isi fla coklat atau buah-buahan potong.
  • Jauhkan anak dari mainan atau buku saat sedang makan. Hindarkan juga anak-anak dari gangguan-gangguan misalnya televisi.
  • Libatkan anak ketika membuat menu makannya. Misal dengan meminta anak untuk mengambilkan sayur atau buah dari kulkas, menata piring makannya atau mengambil peralatan makannya sendiri.
  • Hindari iming-iming hadia berupa makanan yang kurang baik, misalnya permen atau junk food. Sebagai gantinya, berikan yoghurt atau snack sehat sebagai makanan penutup.
  • Batasi pemberian minum pada saat makan. Bila terlalu banyak minum, akibatnya tak ada tempat yang cukup untuk makanan yang harus di konsumsinya.
Bagaimana Ayah Bunda? Siap mencoba tips diatas?

Let's make our children lives more colorful and happier